Pola Asuh Terhadap Kejadian Stunting Pada Anak Balita Usia 36-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Bilalang Kecamatan Kotamobagu Utara Kota Kotamobagu

  • Nita R. Momongan Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado
  • Jufri Sineke Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado
  • Muksin Pasambuna Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado
  • Henry S. Imbar Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado
Keywords: Parenting, Stunting

Abstract

Stunting is a condition of failure to thrive in infants (0-11 months) and toddlers (12-59 months) resulting from chronic malnutrition, especially in the first 1000 days of life so that children are too short for their age. One of the indirect factors causing stunting is parenting style. Parenting patterns are seen from breastfeeding, and hygiene practices which include cleanliness of the body, mouth, hair, nails, and hand washing behavior. This study aims to determine the relationship between parenting style and the incidence of stunting in toddlers aged 36-59 months. This type of research uses a cross-sectional research design. The sample is 91 samples which are toddlers aged 36-59 months. Sampling was carried out by non-probability sampling with purposive sampling type. The data obtained were analyzed using the Chi-square statistical test. From the results of the study it was found that there were 47 toddlers who were not stunted, and 44 toddlers who were stunted. It is also known that parenting is more or less common in stunted toddlers. From the statistical test results, it was found that there was a relationship between parenting style and the incidence of stunting with a value of p = 0.029.  In conclusion, there is a relationship between parenting style and the incidence of stunting in toddlers aged 36-59 months in the Working Area of the Bilalang Health Center, North Kotamobagu District, Kotamobagu City.

References

Astuti Y. (2016). Cara Mudah Asah Otak Anak. FlashBooks. Yogyakarta.
Azizah, N. (2014). Pola Asuh Orang Tua Dengan Status Gizi Balita Usia 1-2 Tahun. Jurnal Edu Health. 4 (2:59-117)
Aramico, B, Sudargo, T & Susilo, J. (2013). Hubungan sosial ekonomi, pola asuh, pola makan dengan stunting pada siswa sekolah dasar di Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah. Jurnal Gizi Dan Dietetik Indonesia. 1 (3:121-130)
Amalia, H & Mardiana. (2016). Hubungan Pola Asuh Gizi Ibu Dengan Stautus Gizi Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Lamper Tengah Kota Semarang. Journal Of Health Education. 1 (2:8-13)
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan RI. (2013). Laporan Kesehatan Dasar Indonesia Tahun 2010. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesahatan RI (2013). Lapran Riset Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara 2013. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
Departemen Kesehatan RI. (2008). Buku Kesehatan Ibu dan Anak Gerakan Nasional Pemantauan Tumbuh Kembang Anak.http://arie_wuryanto.blog.undip.ac.id/files/2012/11/buku-KIA2008_b.pdf. diakses tanggal 5 mei 2018. Jam 09:59 WITA.
Desyanti, C & Nindya, T. S. (2017). Hubungan Riwayat Penyakit Diare dan Praktik Higiene dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Simolawang, Surabaya. Research Study. 1 (3:243-251)
Dwi Puji Khasanah, D. P, Hadi, H & Paramashanti, B. A. (2016). Waktu pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) berhubungan dengan kejadian stunting anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Sedayu. Jurnal Gizi Dan Dietetik Indonesia. 4 (2:105-111)
Fikawati S, Syafiq A & Veratamala A. (2017). Gizi Anak dan Remaja. PT RajaGrafindo Persada. Depok.
Hanindita M. (2018). Tanya Jawab Tentang Nutrisi di 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak. Gramedia. Jakarta.
Hapsari, D. V. A. (2015). Hubungan Pola Asuh dan Status Gizi Anak Balita di Rusunawa Flamboyan Cengkareng Jakarta Barat. Skripsi dipublikasikan. Program Studi Ilmu Gizi Universitas Esa Unggul. Jakarta.
Hutasoit, M. H. (2012). Analisis Faktor Resiko Stunting Pada Anak Sekolah Dasar di Kabupaten Tapanuli Utara. Tesis dipublikasikan. Program Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. Medan.
Hapsari, W. (2018). Hubungan Pendapatan Keluarga, Pengetahuan Ibu Tentang Gizi, Tinggi Badan Orang Tua, Dan Tingkat Pendidikan Ayah Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Umur 12-59 Bulan. Skripsi Dipublikasikan. Program Studi Pendidikan Dokter Univesitas Muhammadiyah. Surakarta.
Indriyan S. (2017). Gizi Buruk dan Pola Asuh Anak. http://www.pdrc.or.id/index.php/literature/articles/92-gizi-buruk-dan-pola-asuh-anak. diakses tanggal 6 mei 2018. Jam 9:54 WITA.
Illahi, R. K. (2017). Hubungan Pendapatan Keluarga, Berat Lahir Dan Panjang Lahir Dengan Kejadian Stunting Balita 24-59 Bulan Di Bangkalan. Jurnal Manajemen Kesehatan. 3 (1:1-14)
Kementerian Kesehatan RI. (2010). Edisi Keempat Penuntun Hidup Sehat.http://www.depkes.go.id. diakses tanggal 21 april 2018. Jam 09:56 WITA.
Kementerian Kesehatan RI. (2018). Cegah Stunting Dengan Perbaikan Pola Makan, Pola Asuh Dan Sanitasi. http://www.depkes.go.id. diakses tanggal 23 juni 2019. Jam 13:57 WITA.
Kullu, V. M, Yasnani, Lestari, H. (2018). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Desa Wawatu Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2017. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat. 3 (2:1-11)
Lestari, W, Margawati, A & Rahfiludin, M. Z. (2014). Faktor risiko stunting pada anak umur 6-24 bulan di kecamatan Penanggalan kota Subulussalam provinsi Aceh. Jurnal Gizi Indonesia. 3 (1:37-45)
Loya, P. R. R & Nuryanto. (2017). Pola Asuh Pemberian Makan Pada Balita Stunting Usia 6-12 Bulan di Kabupaten Sumba Tengah Nusa Tenggara Timur. Jurnal of Nutrition College. 6 (1:83-95)
Lestari, W, Rezeki, S. H. I, Siregar, D. M & Manggabarani, S. (2018). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Sekolah Dasar Negeri 014610 Sei Renggas Kecamatan Kisaran Barat Kabupaten Asahan. Jurnal Dunia Gizi. 1 (1:59-64)
Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2017 Tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan Air Untuk Higiene Sanitasi, Kolam Renang, Solus Per Aqua, dan Pemandian Umum.http://hukor.kemenkes.go.id. diakses tanggal 21 april 2018. Jam 11:39 WITA
Mundiatun & Daryanto. (2015). Pengelolaan Kesehatan Lingkungan. Penerbit Gava Media. Yogyakarta.
Nasir A, Muhith A & Ideputri M. (2011). Buku Ajar: Metodologi Penelitian Kesehatan. Nuha Medika. Yogyakarta.
Niga, D. M & Purnomo W. (2016). Hubungan Antara Praktik Pemberian Makan, Perawatan Kesehatan, dan Kebersihan Anak Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 1-2 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Oebobo Kota Kupang. Jurnal Wiyata. 3 (2:151-155)
Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. (2014). Perilaku Mencuci Tangan Pakai Sabun di Indonesia.http://www.depkes.go.id. diakses tanggal 17 april 2018. Jam 11:21 WITA
Prameswari C. (2016). Mengasuh Anak dengan Hati. Saufa. Yogyakarta.
Ramayulis R, Kresnawan T, Iwaningsih S & Rochani N.S. (2018). Stop Stunting dengan Konseling Gizi. Penebar Swadaya Grup. Jakarta.
Rochmah, A. M. (2017). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Wonosari 1. Naskah Publikasi. Program Studi Diploma IV Universitas Aisyiyah, Yogyakarta.
Shantika, E. (2017). Golden Age Parenting. Psikologi Corner. Yogyakarta.
Sari, R & Sulistianingsih, A. (2017). Faktor Determinan Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Kabupaten Pesawaran Lampung. Jurnal Wacana Kesehatan. 2 (2:208-218)
Setyawati, V. A. V. (2018). Kajian Stunting Berdasarkan Umur Dan Jenis Kelamin Di Kota Semarang. University Research Colloqium. 7 (1:834-838)
Trihono, Atmarita, Tjandrarini, H. D., Irawati, A, Utami, H. N., Tejayanti, T. & Nurlinawati I. (2015). Pendek (stunting) di Indonesia Masalah dan Solusinya. Lembaga Penerbit Badan dan Pengembangan Kesehatan. Jakarta.
UNICEF, WHO, World Bank Group. (2017). Levels and Trends in Child Malnutrition. https://data.unicef.org. diakses tanggal 8 april 2018. Jam 09:20 WITA.
Wahdah S, Juffrie M & Huriyati E. (2015). Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Umur 6-36 Bulan di Wilayah Pedalaman Kecamatan Silat Hulu, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia. 3 (2:119-130)
Widyaningsih, N. N, Kusnandar & Anantanyu, S. (2018). Keragaman Pangan, Pola Asuh dan Kejadian Stunting pada Balita 24-59 bulan. Jurnal Gizi Indonesia. 7 (1:22-29)
Widyakarya Nasional Pangan Dan Gizi XI. (2018). Intervensi Komunikasi Perubahan Perilaku Untuk Mencegah Stunting. https://wnpg.lipi.go.id. diakses tanggal 23 juni 2019. Jam 13:57 WITA.
Walyani E. (2015). Perawatan Kehamilan Dan Menyusui Anak Pertama Agar Bayi Lahir Dan Tumbuh Sehat. Pustaka Baru Press. Yogyakarta.
Yudianti & Saeni, R. H. (2016). Pola Asuh dengan Kejadian Stunting pada Balita di Kabupaten Polewali Mandar. Jurnal Kesehatan Manarang. 2 (1:21-25)
Zumroh, N. A, Yuniarti, A. M & Prsetyo B. (2015). Pola Asuh Orang Tua Dengan Konsep Diri Anak Stunting di Sekolah Dasar Negeri 1 Ngerong Gempol Pasuruan. Medica Majapahit. 7 (2:42-53)
Published
2023-06-18
How to Cite
Momongan, N., Sineke, J., Pasambuna, M., & Imbar, H. (2023). Pola Asuh Terhadap Kejadian Stunting Pada Anak Balita Usia 36-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Bilalang Kecamatan Kotamobagu Utara Kota Kotamobagu. PROSIDING SEMINAR NASIONAL, 1, 431 - 442. Retrieved from https://ejurnal.poltekkes-manado.ac.id/index.php/prosiding2023/article/view/2005