UMUR PERTAMA KAWIN DENGAN STATUS GIZI BALITA DIBAWAH USIA DUA TAHUN (BADUTA): STUDI CROSS SECTIONAL

  • Brigitte Inez Maitimo Peneliti BKKBN Prov. Sulut
Keywords: Umur pertama kawin, umur ibu, status gizi.

Abstract

Latar Belakang: Wanita yang menikah pertama kali di umur yang masih mudah cenderung belum memiliki kesiapan fisik mental sosial untuk menjalankan peran sebagai ibu dalam pemenuhan gizi bayi dan anak. Kurangnyanpengetahuan seorang ibu tentang gizinyang seharusnya dipenuhinanak padanmasa pertumbuhannya akan terlihat dalam lingkungan masyarakat yang biasanya ibu justru membelikan makanan yang disukai anak tanpa mengetahui makanan yang dimakan oleh anak itu mengandung gizi yang cukup atau tidak serta makanan yang sehat dan yang mengandung banyak gizi. Berdasarkan fakta yang didapat bahwa 60% ibu dengan usia 25-39 tahun dikatakan lebih memahami cara pemberian makanan yang baik bagi anak sesuai dengan kebutuhannya dari pada ibu dengan usia 15-24 tahun. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur pertama kawin dengan status gizi baduta di Provinsi Sulawesi Utara.  Metode Penelitian: Penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 53 orang wanita yang memiliki anak umur 6-23 bulan di Provinsi Sulawesi Utara diperoleh dari SDKI 2017. Hasil: Hasil analisa data mengenai hubungan umur pertama kawin dengan nutrisi mikro memperoleh nilai p = 0,378 dan hubungan umur pertama kawin dengan nutrisi makro memperoleh nilai p = 0,615. Kesimpulan: Pada penelitian ini tidak terdapat hubungan yang signifikan antara umur pertama kawin dengan status gizi baduta di Provinsi Sulawesi Utara.

References

Adhy, dkk. (2014). Homemade Healthy Baby Food. Panda Media.
Arisman. 2010. Gizi Dalam Daur Kehidupan. Jakarta: EGC.
Almatsier, S. (2011). PrinsipnDasarnIlmunGizi. Jakarta: Gramedia.
BadanaKependudukan dan KeluargaaBerencanaaNasional (2012) KajianaPernikahan Diniapada ProvinsiaIndonesia: Jakarta Pokja Analisis Dampak Sosial Ekonomi terhadap Kependudukan Direktorat Dampak Kependudukan BKKBN.
BPS. 2013. Data Sensus Sosial dan Kependudukan. http://www.bps.go.id/Subjek/view/id/12, diaksesa04aJanuaria2016.
Dinas Kesehatan Sulawesi Utara (2019) Prevalensi Angka Status Gizi Anak Balita yang ada di Sulawesi Utara.
Hidayati, T. (2019). Pendamping Gizi pada Balita. Yogyakarta: CV Budi Utama.
Junaedi, A. (2014) Hubungan Usia Kawin Pertama Terhadap Keluaran Kesehatan Reproduksi Perempuan Di Indonesia (Analisis Data Survei Demografi Dan Kesehatan Indonesia.
Kemenkes Indonesia, 2015). Prevalensi Angka Status Gizi Balita di Indonesia.
Kunaepah U, dkk. (2018) PraktikiPemberian MakaniBerbasis Buktiipada bayiidan Balitaidi Indonesiaiuntuk MencegahiMalnutrisi. Ernest.
Kurniasih, E. (2016). Hubungan Antara peran Ibu balita dalam pemberian makanan bergizi dengan status gizi pada balita. Warta bhakti husada Mulia, 3 (1).
Mardalena, I. (2017). Dasar-dasar Ilmu Gizi Dalam Keperawatan, Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Maryatun, 2010. Bahaya Kehamilan pada Perkawinan Usia Muda, jurnal-jurnal Infoks, Vol. 1 no. 1 Februari 2010.
Mey Liswati, E., Widyaningsih, E. N., & Hapsari, I. B. (2016). Hubungan Karakteristik Ibu Dengan Status Gizi Anak Balita Yang Memiliki Jamkesmas Di Desa Tegal Giri Kecamatan Nogosari Kabupaten Boyolali (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Nurkhasanah, U. 2012. Perkawinan Usia Mudah dan Perceraianmdi kampong KotabarunKecamatan PadangnRatu KabupatennLampung Tengah. Jurnal SosiologinVol. 15, No. 1:34-41. UniversitasiLampung. BandariLampung.
Paramashanti, B. (2019). Gizi bagi Ibu dan Anak. Yogyakarta: Pustaka Baru.
Pratasis, N. N., Malonda, N. S., & Kapantow, N. H. (2018). Hubungan Antara Karakteristik Ibu dengan Status Gizi pada Balita Didesa Ongkaw Kecamatan Sinonsayang Kabupaten Minahasa Selatan. KESMAS, 7(3).
Septikasari. (2018) Status Gizi Anak dan Faktor-faktor yang mempengaruhi. Yogyakarta. UNY Press.
Sibagariang, E.E (2010). Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. Jakarta: Trans Into Media.
UNICEF. 2015. ReallyiSimpleiStats: theiUNICEF GhanaiInternal Statisticalibulletin. In: editoriUNICEF; 2015.
WHO (World Healt Organization)., UNICEF (United Nations Emergency Children’s Fine)., World Bank. (2019). Child Malnutrition Estimates.
Winarsih. (2019). Pengantar Ilmu Gizi Dalam Kebidanan. Yogyakarta: Pustaka Press Baru.
Yoshepin, dkk (2019). Buku Pegangan Petugas KUA sebagai Konselor 1000 HPK dalam Mengedukasi Calon Pengantin Menuju Bengkulu Bebas Stunting. Yogyakarta: CV Budi Utama.
Published
2021-01-05