PERAN TOKOH AGAMA UNTUK MENCEGAH DAN MENANGGULANGI STUNTING

  • Henry Imbar Poltekkes Kemenkes Manado
  • Nita Riani Momongan Poltekkes Kemenkes Manado
Keywords: Tokoh Agama, Perilaku Menyusui Ekslusif, Status Stunting Bayi

Abstract

Latar belakang Perkembangan masalah gizi di Indonesia semakin kompleks saat ini, selain masih menghadapi masalah kekurangan gizi, masalah kelebihan gizi juga menjadi persoalan yang harus kita tangani dengan serius. Indonesia adalah Negara dengan prevalensi stunting kelima terbesar di dunia. Untuk mencapai tumbuh kembang optimal, WHO / UNICEF merekomendasikan empat hal penting yang harus dilakukan, salah satunya pemberian ASI ekslusif. Pemberdayaan masyarakat melalui tokoh agama merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap serta membantu keberhasilan ibu menyusui.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan status stunting bayi yang ibunya mendapat bimbingan / konseling dari tokoh agama sejak hamil sampai menyusui hingga dua bulan di Kabupaten Minahasa Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi Experiment, sedangkan desain penelitiannya adalah pre post test control group. Jumlah sampel   penelitian adalah 84 ibu hamil yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok diberikan konseling oleh tokoh agama berjumlah 42 ibu hamil dan tidak mendapat konseling berjumlah 42 ibu hamil. Hasil analisis statistik T-test dengan tingkat kepercayaan 95%, menemukan tidak ada perbedaan yang bermakna tentang naiknya berat badan berdasarkan KMS antara kelompok perlakuan dengan kontrol (P = 0,248) dantidak ada perbedaan persentase penambahan berat badan antara kelompok perlakuan dan kontrol ( P = 0,297).

Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak ada perbedaan bermakna tentang pengetahuan, sikap, dan kenaikan berat badan pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol, terdapat perbedaan bermakna perilaku menyusui ekslusif pada kelompok perlakuan dan kelompok control, serta terdapat perbedaan yang bermakna antara kenaikan berat badan berdasarkan KMS dengan perilaku menyusu eksklusif.

Kata Kunci : Tokoh Agama; Perilaku Menyusui Ekslusif; Status Stunting Bayi

 

 

References

Ambarwati,Ria,dkk. 2013. Pengaruh Konseling Laktasi Intensif terhadap Pemberian ASI Ekslusif sampai Tiga Bulan. Jurnal Gizi Indonesia.Volume 2 Nomor 1, Desember 2013. P-ISSN : 1858-4942 / E-ISSN : 2338-3119
Bappenas, 2011. Rencana Aksi Nasional Pangan Dan Gizi 2011-2015. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional.
DPR-RI, 2012. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan
Hadi, H. (2004), Beban ganda masalah gizi dan implikasinya terhadap pembangunan Nasional : Pidato Pengukuhan Guru Besar pada Fakultas Kedokteran UGM, Yogyakarta.
Garbhani, I. H., & Padmiari, E. (2015). Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Pemberian ASI Eksksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas I Denpasar Timur. Jurnal Virgin, 1(2), 177–190.
Kementerian Kesehatan,RI. (2018). Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar. Jakarta. Indonesia
Kementerian Kesehatan R.I, 2010. Permenkes R.I Nomor 1995 tahun 2010 Tentang Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak
Kementerian Kesehatan R.I, 2013. Permenkes R.I Nomor 75 tahun 2013 Tentang Angka Kecekupan Gizi yang dianjurkan bagi Bangsa Indonesia
Lensun, C.I.J., dkk., 2013. Pemanfaatan Sagu Baruk (Arenga Microcarpa) Dengan Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas) Dalam Pembuatan Mie Basah. Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Samratulangi Manado.
Lestari, D. A. (2015). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif di BPS Pipin Heriyanti Kota Yogyakarta. UNISA Digital Library Repository. Retrieved from http://digilib.unisayogya.ac.id/1591/

Pritasari,dkk. 2017. Gizi dalam Daur Kehidupan. Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Jakarta
Rahmad,A.H. dan Miko, A. 2017. Peningkatan Pengetahuan Calon Pengantin Melalui Konseling ASI Eksklusif di Aceh Besar Buletin Penelitian Kesehatan, Vol. 45, No. 4, Desember 2017: 249 – 256.
Sekretariat Wakil Presiden, RI. (2019). Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stunting) Periode 2018-2024. Jakarta, Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan.
Published
2021-01-21