PENYAKIT KARIES GIGI PADA PERSONIL DETASEMEN GEGANA SATUAN BRIMOB POLDA SULAWESI UTARA TAHUN 2019

  • Luciano Tommy Marthinu Makosatbrimob Polda Sulut
  • Mustapa Bidjuni Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Manado
Keywords: Penyaki; Karies Gigi; DMF-T

Abstract

Karies gigi terjadi oleh karena bakteri-bakteri tertentu yang mempunyai sifat membentuk asam sehingga terjadi pH rendah yang dapat menyebabkan pelarutan mineral enamel secara perlahan dan membentuk lubang pada gigi. Karies gigi dapat di alami oleh setiap orang termasuk personil Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Sulut. Tujuan :Tujuan penelitian mengetahui gambaran Penyakit Karies Gigi pada Personil Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Sulut. Metode: Jenis penelitian bersifat deskriptif menggambarkan kondisi diperoleh di lapangan secara nyata. Pengambilan sampel secara accidental sampling berjumlah 47 responden dari populasi 88 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pemeriksaan karies gigi dan hasil pemeriksaan dicatat dalam format pencatatan DMF-T. Data yang diperoleh diolah dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi persentase disertai keterangan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok umur paling banyak yaitu umur 20-30 tahun sebanyak 68,8, berdasarkan jenis kelamin responden laki-laki jumlahnya lebih banyak 91,4% daripada perempuan. Berdasarkan pangkat responden paling banyak yaitu pangkat Bintara sebanyak 72,34% diikuti pangkat Tamtama sebanyak 23,4% dan paling sedikit pangkat perwira yaitu 4,25%. Berdasarkan pengalaman karies gigi yang dinilai dengan menggunakan indeks DMF-T dari WHO diketahui bahwa paling banyak pada kategori rendah yaitu 44,6%, kategori sangat rendah ada 42,5 %, kategori sedang 6,38% dan kategori tinggi yaitu 6,38%. Rata-rata indeks DMF-T yaitu 6,3 dimana setiap responden memiliki 6 buah gigi yang mengalami karies gigi.
Kesimpulan: Keadaan karies gigi pada personil Detasemen Gegana berdasarkan indeks DMF-T yaitu 6,34 kategori rendah.

Published
2020-11-10