STUDY DESKRIPTIF PENYAKIT KARIES GIGI PADA ANAK DI KECAMATAN TILAMUTA KABUPATEN BOALEMO GORONTALO

  • Israhmawaty Saripi Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo Gorontalo
  • Youla Karamoy Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Manado
  • Vega Roosa Fione Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Manado
Keywords: Karies Gigi; Anak

Abstract

Karies gigi terjadi oleh karena bakteri-bakteri tertentu yang mempunyai sifat membentuk asam sehingga terjadi pH rendah yang dapat menyebabkan pelarutan mineral enamel secara perlahan dan membentuk lubang pada gigi. Karies gigi dapat dialami oleh setiap orang termasuk anak-anak. Tujuan : mengetahui gambaran penyakit karies gigi pada anak di Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo Gorontalo. Metode : deskriptif. Teknik pengambilan sampel untuk penentuan sekolah secara cluster sampling dan accidental sampling untuk penentuan responden berjumlah 111 responden. Pengumpulan data dengan pemeriksaan karies gigi, disajikan dalam bentuk tabulasi dengan prosentase. Hasil penelitian : sebagian besar responden perempuan (59.5%), dan berumur 11 tahun (51.4 %). Pengalaman karies gigi dinilai menggunakan indeks DMF-T dari WHO diketahui 3,1 termasuk kategori “sedang”. Berdasarkan jenis kelamin, pada laki-laki terbanyak indeks DMF-T dalam kategori “sedang” yaitu 30 responden, kategori “rendah” 12 responden dan kategori ”sangat rendah” 3 responden. Pada perempuan terbanyak indeks DMF-T kategori “rendah” yaitu 26 responden, kategori “sedang” 23 responden dan kategori ”sangat rendah” 17 responden. Sedangkan untuk kategori “tinggi” dan “sangat tinggi” tidak ada. Berdasarkan umur, dari 33 responden yang berumur 10 tahun, 20 responden kategori indeks DMF-T “sangat rendah” dan 13 responden kategori “rendah”. Pada responden berumur 11 tahun, 35 responden dengan indeks DMF-T kategori “sedang” dan 22 responden kategori “rendah”. Pada responden yang berumur 12 tahun, 18 responden dengan indeks DMF-T kategori “sedang” dan 3 responden kategori “rendah”. Kesimpulan: Responden dengan karies gigi yang dinilai berdasarkan indeks DMF-T paling banyak pada kategori sedang sedangkan untuk kategori tinggi dan sangat tinggi tidak ada.

Published
2020-11-10