KURANG ENERGI KRONIK PADA IBU HAMIL, PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF, DAN PENYAKIT INFEKSI (DIARE) TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA 24-60 BULAN DI PUSKESMAS GOGAGOMAN

  • Nonce Nova Legi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Manado
  • Muksin Pasambuna Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Manado
  • Rivolta GM Walalangi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Manado
  • Yohanis Tomastola Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Manado
  • Daniel Robert Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Manado
  • Rudolf Boyke Purba Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Manado
  • Elfrida Batewa Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Manado
Keywords: Kata Kunci : Kurang Energi Kronik, Ibu hamil, Pemberian ASI Eksklusif, Penyakit Infeksi (Diare), Stunting.

Abstract

ABSTRACT

 

Stunting is a condition of failure to thrive in children under five (babies under five years old) as a result of chronic malnutrition so that the child is too short for his age. Malnutrition occurs since the baby is in the womb and in the early period after the baby is born however, the condition of stunting only appears after the baby is 2 years old. The purpose of this study was to determine the relationship of chronic energy deficiency in pregnant women, exclusive breastfeeding, and infectious diseases (diarrhea) with the incidence of stunting in infants 24-60 months in the Gogagoman Health Center.

This type of research is an observational analytic study using a restropective cohort design. This study describes the relationship of chronic energy deficiency in pregnant women, exclusive breastfeeding, and infectious diseases (diarrhea) to the incidence of stunting in infants 24-60 months in the Gogagoman Health Center. This research was conducted in the working area of Gogagoman Health Center, Kotamobagu Barat, Kotamobagu City on January 23 - February 8,

  1. The sampling method was consecutive sampling with a total sample of 40

people.

The results of the study using the Fisher's Exact Test showed that, there was no relationship of chronic energy deficiency (CED) in pregnant women with the incidence of stunting in infants 24-60 months in the Gogagoman Health Center obtained p value = 0.523. For exclusive breastfeeding, there is no relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in infants 24-60 months  in  the Gogagoman Health  Center,  p  = 0.454.  For infectious  diseases (diarrhea) that there is no relationship between infectious diseases (diarrhea) with the incidence of stunting in infants 24-60 months in Gogagoman Health Center with p = 0.477. The conclusion is that there is no correlation between chronic lack of energy in pregnant women, exclusive breastfeeding, and infectious diseases (diarrhea) with the incidence of stunting in children 24-60 months in the Gogagoman Health Center.

 

Keywords: Chronic Energy Less, Pregnant Women, Exclusive Breastfeeding, Infectious Diseases (Diarrhea), Stunting.

 

 

 

 

 

 

ABSTRAK

 

 

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia

2 tahun. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan kurang energi kronik pada ibu hamil, pemberian ASI Ekslusif, dan penyakit infeksi (diare) dengan kejadian stunting pada balita 24-60 bulan di Puskesmas Gogagoman.

Jenis penelitian adalah penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain kohort restropektif. Penelitian ini mendekripsikan hubungan kurang energi kronik pada ibu hamil, pemberian ASI Ekslusif, dan penyakit infeksi (diare) terhadap kejadian stunting pada balita 24-60 bulan di Puskesmas Gogagoman. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Gogagoman, Kotamobagu Barat, Kota Kotamobagu tanggal 23 Januari – 08 Februari 2019. Metode pengambilan sampel yaitu consecutive sampling yang dengan jumlah sampel yaitu 40 orang.

Hasil penelitian menggunakan uji Fisher’s Exact Test menunjukkan bahwa, tidak ada hubungan kurang energi kronik (KEK) pada ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita 24-60 bulan di Puskesmas Gogagoman diperoleh nilai p=0.523. Untuk pemberian ASI Eksklusif, tidak ada hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita 24-60 bulan di Puskesmas Gogagoman nilai p=0.454. Untuk penyakit infeksi (diare) bahwa tidak ada hubungan antara penyakit infeksi (diare) dengan kejadian stunting pada balita

24-60 bulan di Puskesmas Gogagoman dengan p=0.477. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan kurang energi kronik pada ibu hamil, pemberian ASI Ekslusif, dan penyakit infeksi (diare) dengan kejadian stunting pada balita 24-60 bulan di Puskesmas Gogagoman.

 

Kata Kunci : Kurang Energi Kronik, Ibu hamil, Pemberian ASI Eksklusif, Penyakit Infeksi (Diare), Stunting.

 

 

References

DAFTAR PUSTAKA


AL-Rahmad, A.H., Ampera M, dan Abdul H. (2013). Kajian Stunting pada Anak Balita Ditinjau dari Pemberian ASI Eksklusif, MP-ASI, Status Imunisasi dan Karakteristik Keluarga di Kota Banda Aceh. Jurnal Kesehatan Ilmiah Nasuwakes. 6 (2:169-184).

Anisa, Paramitha. (2012). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian

Stunting pada Balita Usia 25-60 Bulan di Kelurahan Kalibaru Depok Tahun2012. Skripsi. Program Studi Gizi Univesitas Indonesia, Depok.

Anugraheni dan Martha Irene Kartasurya. (2012). Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Anak Usia 12-36 Bulan di Kecamatan Pati, Kabupaten Pati. Journal of Nutrition College. 1(1:30-37).

Aramico B, dan Zamratul H. (2016). Analisis Determinan Stunting pada Baduta di Wilayah Kerja Puskesmas Tahun 2016. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia.
4 (3:154-160).

Aridiyah, F.O., Ninna R, dan Murry R. (2015). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Balita di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan. Jurnal Pustaka Kesehatan. 3 (1:163-170).

Astuti, Dian Kusuma. (2016). Hubungan Karakteristik Ibu dan Pola Asuh Gizi dengan Kejadian Balita Stunted di Desa Hargorejo Kulonprogo DIY. Naskah Publikasi. Program Studi Ilmu Gizi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar. Kementerian Kesehatan RI, Jakarta.

Beck, M.E. (2011). Ilmu Gizi dan Diet Hubungannya dengan Penyakit-Penyakit untuk Perawat dan Dokter. Penerbit ANDI, Yogyakarta.

Fajrina, Nurul. (2016). Hubungan Faktor Ibu dengan Kejadian Stunting pada Balita di Puskesmas Piyungan Kabupaten Bantul. Naskah Publikasi. Program Studi Bidan Pendidik Jenjang Diploma IV Universitas ‘Aisyiyah, Yogyakarta.

Fida dan Maya. (2012). Pengantar Ilmu Kesehatan Anak. D-Medika, Jogjakarta.

Fikawati S, Ahmad S, dan Arinda V. (2017). Gizi Anak dan Remaja. Rajawali Pers, Depok.

Fikawati S, Ahmad S, dan Khaula K. (2016). Gizi Ibu dan Bayi. Rajawali Pers, Jakarta.

Gupta R, Sarmistha C, dan Suniti G.C., (2017). Association Between Maternal And Child Nutritional Status In Some Selected Rural And Urban Regions of West Bengal: A Cross Sectional Study. International Journal of Home Science.
3 (2:42-45).

Hariyati, Neni, Ninna Rohmawati, dan Farida W.N. (2016). Hubungan Antara Riwayat Infeksi dan Tingkat Konsumsi dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 25-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kalisat Kabupaten Jember. Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Mahasiswa.

Haryono R, dan Sulis S. (2014). Manfaat ASI Eksklusif untuk Buah Hati Anda. Gosyen Publishing, Yogyakarta



Hidayat, A.Aziz Alimul. (2008). Pengantar Ilmu Kesehatan Anak untuk
Pendidikan Kebidanan. Penerbit Salemba Medika, Jakarta.

K, Icesmi Sukarni dan Margareth Z. (2013). Kehamilan, Persalinan, dan Nifas dilengkapi dengan Patologi. Nuha Medika, Yogyakarta.

Kementerian Kesehatan RI. (2016). Infodatin Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI Situasi Balita Pendek. http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/situasi-balita- pendek-2016.pdf. diakses tanggal 30 Januari 2018.

Kementerian Kesehatan RI. (2017). Buku Saku Pemantauan Status Gizi. Direktorat Gizi Masyarakat, Jakarta.

Kumar A, and Singh, V.K. (2015). A Study of Exclusive Breastfeeding and Its Impact On Nutritional Status of Child in EAG States. 4 (3:435-445).

Kurnia,Wina, Irviani Anwar Ibrahim, dan Dwi Santy Damayanti. (2014).
Hubungan Asupan Zat Gizi dan Penyakit Infeksi dengan Kejadian Stunting Anak Usia 24-59 Bulan di Posyandu Asoka II Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar. Media Gizi Pangan. 18(2:70-77).

Lestari, W. (2010). Panduan Cerdas Ibu Hamil dan Menyusui. Barokah Press, Yogyakarta.

Maritalia, Dewi. (2012). Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui. Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Mahayu, Puri. (2016). Buku Lengkap Perawatan Bayi dan Balita. Saufa, Yogyakarta.

Nurjanna S.N., Ade S.M., dan Dewi L.B. (2013). Asuhan Kebidanan Postpartum Dilengkapi dengan Asuhan Kebidanan Post Sectio Caesarea. Refika Aditama, Bandung.

Pandi, Emma. (2012). Panduan Lengkap Makanan Balita. Penebar Swadaya Group, Jakarta.

Parasmashanti, B.S., Hamam H, dan I Made A.G. (2015). Pemberian ASI Eksklusif tidak Berhubungan Dengan Stunting Pada Anak Usia 6-23 Bulan di Indonesia. Jurnal Gizi dan Dietetik Indoenesia. 3 (3:162-174).

Pattimah, Siti. (2017). Gizi Remaja Putri Plus 1000 Hari Pertama Kehidupan. Refika Aditama, Bandung.

Proverawati A, dan Siti A. (2009). Buku Ajar Gizi untuk Kebidanan. Nuha Medika, Yogyakarta.

Purnamasari, Dyah Umiyarni. (2018). Panduan Gizi dan Kesehatan Anak Sekolah. Penerbit ANDI, Yogyakarta.

Ramayulis R, Triyani K, Sri I, dan Nur’aini, S.R. (2018). Stop Stunting dengan Konseling Gizi. Penebar Swadaya Grup, Jakarta.



Rahayu, R.M., Eti P.P., dan Wekadigunawan, CSP. (2018). The Biopsychosocial Determinants of Stunting and Wasting in Children Aged 12-48 Months. Journal of Maternal and Child Health. 3 (2:105-118).

Riksani, Ria. (2012). Keajaiban ASI. Dunia Sehat, Jakarta.

Rocmah, Amalia Miftakhul. (2017). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Wonosari I. Naskah Publikasi. Program Studi Bidan Pendidik Universitas Aisyiyah, Yogyakarta.

Rohan, H.H., dan Sandu S. (2013). Buku Ajar Kesehatan Reproduksi. Nuha Medika, Yogyakarta.

Safitri, Chovinda Ayu, dan Triska Susila Nindya. (2017). Hubungan Ketahanan Pangan dan Penyakit Diare dengan Stunting pada Balita 13-48 Bulan di Kelurahan Manyar Sabrangan, Surabaya. Amerta Nut. (52-61).

Sandaja, Basuki B, Rina H, Nurfi A, Moesijanti S, Gustina S, Suharyati, Sudikno, Dewi (2009). Kamus Gizi Pelengkap Kesehatan Keluarga. Penerbit Buku Kompas, Jakarta.

Sartono. (2013). Hubungan Kurang Energi Kronis Ibu Hamil dengan Kejadian Stuntin pada Anak Usia 6-24 Bulan di Kota Yogyakarta. Tesis tidak dipublikasikan. Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Setiawan, Eko, Rizanda Macmud, dan Masrul (2018). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang Tahun 2018. Jurnal Kesehatan Andalas. 7(2:275-284).

Siswanto, Susila, dan Suyanto. (2015). Metodologi Penelitian Kesehatan dan Kedokteran. Bursa Ilmu, Yogyakarta.

Taliwongso, Fernando Ch., Jeanette I.Ch.M., dan Adrain U. (2017). Hubungan Stunting dengan Angka Kejadian Diare pada Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Tikala Manado. Jurnal e-Clinic. 5 (2:242-249).

Trihono, Atmarita, Dwi, H.T., Anies I, Nur, H.U., Teti T, dan Iin N. (2015). Pendek (Stunting) di Indonesia, Masalah Dan Solusinya. Lembaga Penerbit Balitbangkes, Jakarta.

Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. (2017). 100 Kabupaten/Kota Prioritas untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting). http://www.tnp2k.go.id/images/uploads/downloads/buku%20ringkasan%20stu nting-1.pdf. Diakses tanggal 30 januari 2018.

Wahdah, Sitti, M.Juffrie, dan Emy Huriyati. (2015). Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Anak Umur 6-36 Bulan di Wilayah Pedalaman Kecamatan Silat Hulu, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia.
3(2:119-130).

Wahyuningsih, Retno. (2013). Penatalaksanaan Diet pada Pasien. Graha Ilmu, Yogyakarta.

Wanda L, Ani M, dan M. Zen Rahfiludin. (2014). Faktor Risiko Stunting Pada Anak Umur 6-24 Bulan Di Kecamatan Penanggalan Kota Subulussalam Provinsi Aceh. Jurnal Gizi Indonesia. 3(1:37-45).


Warsini, Kristiana Tri, Hamam Hadi, dan Detty Siti Nurdiati. (2016). Riwayat KEK dan Anemia pada Ibu Hamil Tidak Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 6-23 Bulan di Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia. 4(1:29-40).

Waryana. (2010). Gizi Reproduksi. Pustaka Rihama, Yogyakarta.

Wulandari, S.R. dan Sri H. (2011). Asuhan Kebidanan Ibu Masa Nifas. Gosyen Publishing, Yogyakarta.

Yuliarti, Nurheti. (2010). Keajaiban ASI – Makanan Terbaik untuk Kesehatan, Kecerdasan, dan Kelincahan si Kecil. Penerbit ANDI, Yogyakarta.

UNICEF, WHO, dan World Bank Group. (2017). Levels and Trends In Child Malnutrition. http://www.who.int/nutgrowthdb/jme_brochoure2017.pdf?ua=1. diakses tanggal 09 April 2018.

Zaif, Ridha Mustika, Merry Wijaya, dan Dany Hilmanto. (2017). Hubungan antara Riwayat Status Gizi Ibu Masa Kehamilan dengan Pertumbuhan Anak Balita di Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung. Jurnal Sistem Kesehatan. 2(3:156-163).
Published
2022-08-05
How to Cite
Legi, N., Pasambuna, M., Walalangi, R., Tomastola, Y., Robert, D., Purba, R., & Batewa, E. (2022). KURANG ENERGI KRONIK PADA IBU HAMIL, PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF, DAN PENYAKIT INFEKSI (DIARE) TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA 24-60 BULAN DI PUSKESMAS GOGAGOMAN. Jurnal GIZIDO, 14(1 Mei), 32-41. https://doi.org/https://doi.org/10.47718/gizi.v14i1%20Mei.1611

Most read articles by the same author(s)