PRODUK OLAHAN BAKSO MUJAIR SEBAGAI INOVASI MAKANAN JAJANAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR

  • Grace Kerly Lony Langi Poltekkes Kemenkes Manado
  • Irza N Ranti Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Manado
  • Rudolf Boyke Purba Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Manado
  • Fernando M Tumimomor Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Manado
Keywords: Key Words : Favorite level, tilapia meatballs, school children

Abstract

ABSTRACT

Children are the nation investment, because they are the nation’s next generation. The optimal growth and development of school-age children depends on the provision of good and correct quality and quantity of nutrition. Insufficient intake of children is caused by lack of energy and protein that is not in accordance with the needs in the long term. This study aims to determine the level of preference for tilapia meatball processed products as healthy snack for children at Toulimembet State Elementary School.

This type of research uses an experimental method with an organoleptic test research design in which researchers measure the level of preference for processed products of tilapia meatballs. Approved by the Health Research Ethics Commission of the Health Ministry of Health Manado No. 01/04/110/2021. The results of the level of preference for the color, taste, texture and scent of the tilapia meatball product. 2 times of testing there were many who chose to like the color test with a percentage of 69,8%, in the taste test many chose to like it with a percentage of 62,8% for the texture test. Many chose to like it with a percentage of 53,5% and for the scent test, many chose to like it with a percentage of 65,1%.

The conclusion of the panelist school children’s preference for taste was that they chose very much like the processed product of tilapia Meatballs, which was 32,6% and color 69,8%. While the texture of processe products of tilapia meatballs a is preferred by 53,5%, as well as the aroma of processed products of tilapia meatballs, which is 69,8%.

 

 

References

DAFTAR PUSTAKA
Agustina W., dkk (2016). Asupan zat gizi makro dan serat menurut status gizi anak usia 6-12 tahun di pulau Sulawesi. (2015) JOM FK Volume 3 No.1
Badan Pengawas Obat dan Makana (BPOM) RI. (2013). Pedoman Pangan Jajanan Anak Sekolah Untuk Pencapaian Gizi Seimbang: Untuk Orang Tua, Guru dan Pengelolan Kantin. Direktorat Standardisasi Produk Pangan Jakarta: Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangandan Bahan Berbahaya.
BPOM Badan pengawasan obat dan makanan (2014). Pedoman pangan jajanan anak sekolah tidak memenuhi syarat Jakarta : Badan POM RI..
Dinkes. 2012.Petunjuk Teknis dan Prosedur Tetap Kegiatan Pemberian Makanan Tambahan untuk Anak Sekolah (PMT-AS).Surakarta.
Dwi Sunarwati Asih. 2019. Analisis Kandungan Gizi Dan Uji Organoleptik Pada Bakso Tempe Dengan Penambahan Daun Kelor Moringa oleifera.
Faris M., dkk. (2018). “Pengaruh Pemberian Suplemen Zink Terhadap Status Gizi Anak Sekolah Dasar”. Jurnal Kesehatan Andalas. 7 (2): 285-290.
Hapsari Rechmawati N,. (2013). Kontribusi makanan jajanan terhadap kecukupan asupan energi dan protein anak sekolah yang mendapat pmt-as. Jurnal publikasi. (1: 3-14).
Imbar Hendry, dkk. (2016) Analisis organoleptik beberapa menu breaktftat menggunakan pangan lokal terhadap pemenuhan kebutuhan gizi siswa sekolah dasar , jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado. Jurnal GIZIDO Volume (1-8).
Ibtidaiyah Madrasah (2018) (SD/MI) untuk mencukupi kebutuhan gizi. jurnal Kemenkes. (1-10).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2013). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 75 Tahun 2013 tentang Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Bagi Bangsa Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Luna. (2012). Ikan Mujair (Oreochromismossambicus). Mei 5 http://www. fishbase. org/summary/Oreochromis-mossambicus.html.
Lahming Syamsuddin, N. dkk (2019). Analisis Kandungan Gizi Dan Uji Organoleptik Pada Bakso Tempe Dengan Penambahan Daun Kelor (Moringa oleifera), Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian (1-7).
Legi. N.N. (2012). Hubungan Status Gizi Dengan Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Negeri Malalayang Kecamatan Malalayang. Jurnal GIZIDO. 1(1:321-326.
Lia Neng Fitriani dkk, (2015). Hubungan antara pengetahuan dengan sikap anak usia sekolah akhir (10-12 tahun) tentang makanan jajanan di sekolah dasar.
Lahming Syamsuddin dkk ,(2019). Analisis Kandungan Gizi Dan Uji Organoleptik Pada Bakso Tempe Dengan Penambahan Daun Kelor (Moringa oleifera). Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Volume 5 April Suplemen.
Machmud Lia (2017). https://cookpad.com/id/resep/3753494-bakso-ikan-mujair-snack spesial forautism.
Muhammad Febryanto. (2016). Hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perlakuan konsumsi jajanan di misulamaniya jombang. Jurnal keperawatan muhammadiyah. (1:1-11).
Nurbiyati Titik dan Wibowo Hindarto. (2014). Pentingnya memilih jajanan sehat demi kesehatan anak. Jurnal inovasi dan kewirausahaan.3 (1: 192-196).
Nasiru. (2011). Telnologi teori praktis dan aplikasi yokyakarta : Graha ilmu
Nazrudin., dkk. (2016). Hubungan frekuensi konsumsi makanan jajanan dengan status gizi dan prestasi belajar anak sekolah Dasar Negeri Malalayang Kota Manado. Jurnal Gizi GIZIDO. (1: 8-2).
Oktavia, R. (2011). Karakteristik organoleptik dan kimia bakso ikan mujair yang distribusi dengan tepung sagu sebagai bahan pengisi. Jurnal teknologi pertanian, Fakultas pertanian.(1-10).
Permenkes RI No. 33 Tahun (2012). Tentang Bahan Tambahan Pangan, Jakarta.
Putri D. (2013). Evaluasi Implementasi Program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS).
Pramano Y Arief dan Bintoro. (2012). Pengaruh edible coating dengan konsentrasi berbeda terhadap kadar protein, daya ikat air dan aktifitas air bakso sapi selama masa penyiapan. Jurnal agricuiture. (2:100-108).
Sineke Jufri dkk. (2015). Perbedaan pola makan dan ststus gizi siswa anak sekolah dasar dari keluarga nelayan dan bukan nelayan di kabupaten minahasa tenggara. Jurnal GIZIDO Volume (7: 419-420).
Septiar Galeh Pontang dkk, (2018). Pemberian makanan tambahan (PMT) partisipatif sebagai inisiasi kantin sehat pada sekolah dasar. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Indonesia. (1-7).
Suyantri Eni dkk, (2017). Sintasan survival rate ikan mujair Oreochromis mossambicus Jurnal Biologi ilmu pengetahuan alam institut teknologi. 1 (3-14).
Suiraoka Putu dkk, (2017). Pengaruh pemberian makanan tambahan anak sekolah terhadap setatus gizi kadar Hb prestasi belajar anak sekolah dasar. Jurnal Politeknik Kesehatan .1 (1-38).
Setianto, D. (2012). Pengaruh Jenis Tepung dan Cara Pemasakan Terhadap Mutu Bakso Dari Surimi Ikan Hasil Tangkap Sampingan (HTS). jurnal Teknologi Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor (1-21). ),
Wibowo, S. (2009). Membuat 50 Jenis Bakso Sehat dan Enak. Penebar Swadaya, Jakarta.
Word Health Organization. Management Of Severe Malnutrition: A Manual For Physicians And Other Senior Health Workers. Geneva; 1999. Hal 4-14.
WHO. (2015). World Health Statistics 2015. World Health Organization.
Witri Priawantiputri, Mamat Rahmat, Asep Iwan Purnawan. (2019). Efektivitas Pendidikan Gizi dengan Media Kartu Edukasi Gizi terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Makanan Jajanan Anak Sekolah Dasar jurnal kesehatan. 2 (2-8).
Wowor Prisca dkk, (2018). faktor faktor yang berhubungan dengan perilaku konsumen pada pelajar di sekolah dasar negeri 16 dan sekolah dasar negeri 120 kota manado. Jurnal KESMAS.1 (2-10).
Yunarni (2012). Study pembuatan bakso ikan dengan tepung biji nangka (Artocapus heterophyllus lam). Naskah skripsi. fakultas pertanian hasanuddin makasar.
Published
2022-08-05
How to Cite
Langi, G., Ranti, I., Purba, R., & Tumimomor, F. (2022). PRODUK OLAHAN BAKSO MUJAIR SEBAGAI INOVASI MAKANAN JAJANAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR. Jurnal GIZIDO, 14(1 Mei), 67-76. https://doi.org/https://doi.org/10.47718/gizi.v14i1%20Mei.1575