TINGKAT KESUKAAN BUBUK DAUN KELOR UNTUK FORMULA MAKANAN BALITA STUNTING

  • Julians A.S. Letiora Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Manado
  • Jufri Sineke Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Manado
  • Rudolf Boyke Purba Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Manado
Keywords: toddler food formula;, Moringa leaf powder;, stunting

Abstract

Stunting is a major public health problem in low and middle income countries. Overcoming malnourished toddlers. Can be done by providing energy and protein-dense formulas. Consumption of Moringa leaves is an alternative to overcome cases of malnutrition in Indonesia. This type of experimental research uses organoleptic test research design to measure the preference level of stunting toddler food formulas. The results of the test of the level of preference for the color, taste, texture and aroma of Moringa porridge were carried out three times in the test, there were many who chose to like the 30.0% color test, in the taste test many chose to like it a little (45.0%), for the texture test many chose like 40.0% and for the aroma test, many people prefer to like it (32.5%). Conclusion: Moringa porridge has an influence on physical characteristics, organoleptic hedonic color, taste, texture and aroma. The more moringa powder used, the lower the color brightness of the moringa pulp and also the texture. The higher the addition of Moringa leaf powder will have an effect on the increase in aroma and bitter taste.

 

References

DAFTAR PUSTAKA

1. Ni Ketut Aryastami, dan Ingan Taringan, 2017. Kajian Kebijakan dan Penanggulangan Masalah Gizi Stunting di Indonesia,
2. Poskitt, 2015. Gambaran Faktor-Faktor Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Jakarta.
3. Langi, Grace K.L dkk., 2017. Asupan Zat Gizi Dan Tingkat Pendapatan Keluarga Terhadap Kejadian Stunting Pada Anak Usia 3-5 Tahun, GIZIDO Vol 11 No.2 November
4. Harikedua, Vera T. dkk., 2019. Riwayat Pemberian ASI Ekslusif, MP-ASI Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24-60 Bulan Di Puskesmas Sangkub Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, GIZIDO Vol 11 No.2 November.
5. Balitbangkes, 2013. Riskesdas 2013. Hasil Riset Kesehatan Dasar dalam Angka.
6. Iskandar. 2017. Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan Modifikasi Terhadap Status Gizi Balita. Aceh Besar.
7. Amalia, Ghina, dkk.. 2018., Biskuit Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L) Dengan Variasi Jumlah Tepung Pisang dan Tepung Terigu. Bogor.
8. Wahyudi Isnan dan Nurhaedah M. 2017. Ragam Manfaat Tanaman Kelor (Moringa oleifera lamk.) Bagi Masyarakat. Makassar.
9. Zakaria, Abdulla Tamrin, Sirajuddin, dan Rudy Hartono. 2012, Penambahan Tepung Daun Kelor Pada Menu Makanan Sehari-hari Dalam Upaya Penanggulangan Gizi Kurang Pada. Makassar.
10. Sunarwati, Dwi Asih. 2019. Analisis Kandungan Gizi Dan Uji Organoleptik Pada Bakso Tempe Dengan Penambahan Daun Kelor (Moringa oleifera), Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Volume 5 April Suplemen.
11. Astawan, M. 2019. Analisis Kandungan Gizi Dan Uji Organoleptik Pada Bakso Tempe Dengan Penambahan Daun Kelor (Moringa oleifera), Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Volume 5 April Suplemen.
12. Krisnadi, A Dudi. 2019. Analisis Kandungan Gizi Dan Uji Organoleptik Pada Bakso Tempe Dengan Penambahan Daun Kelor (Moringa oleifera), Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Volume 5 April Suplemen.
13. Yulianti, Hasri. 2019. Analisis Kandungan Gizi Dan Uji Organoleptik Pada Bakso Tempe Dengan Penambahan Daun Kelor (Moringa oleifera), Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Volume 5 April Suplemen
14. Soeparno. 2019. Analisis Kandungan Gizi Dan Uji Organoleptik Pada Bakso Tempe Dengan Penambahan Daun Kelor (Moringa oleifera), Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Volume 5 April Suplemen.
15. Syamsuddin, N., Lahming dan Wiharto. 2019. Analisis Kandungan Gizi Dan Uji Organoleptik Pada Bakso Tempe Dengan Penambahan Daun Kelor (Moringa oleifera), Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Volume 5 April Suplemen.
Published
2021-02-13
How to Cite
Letiora, J., Sineke, J., & Purba, R. (2021). TINGKAT KESUKAAN BUBUK DAUN KELOR UNTUK FORMULA MAKANAN BALITA STUNTING. Jurnal GIZIDO, 12(2), 105-112. https://doi.org/https://doi.org/10.47718/gizi.v12i2.1256

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>