SUPLEMENNTASI PEMBERIAN MAKANAN RINGAN (BISKUIT) BERBAHAN DASAR PANGAN LOKAL TEPUNG TULANG IKAN MALALUGIS (DECAPTERUS SPP) DAN BIHUN DALAM MENINGKATKAN STATUS GIZI ANAK BALITA STUNTING USIA 1-2 TAHUN

  • Jufri Sineke Poltekkes Kemenkes Manado
  • Mirna Kawulusan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Manado
Keywords: Kata kunci : Suplementasi, tepung tulang ikan, bihun, balita stunting,, Keywords: Supplementation, fish bone meal, vermicelli, stunting toddlers

Abstract

ABSTRAK

Malnutrisi merupakan keadaan kurangnya asupan zat gizi baik makronutrien maupun mikronutrien, jika dibandingkan dengan kebutuhan hariannya. Salah satu masalah gizi kurang dengan prevalensi tinggi di Indonesia adalah stunting. Stunting merupakan hasil dari gagalnya pertumbuhan anak sehingga tinggi badan anak sangat rendah dan tidak sesuai dengan perbandingan usianya. Penelitian bertujuan untuk memberikan  suplementasi   makanan ringan (snack) berbahan dasar pangan lokal tepung tulang ikan malalugis (Decapterus SPP) dan Bihun dalam meningkatkan status gizi  anak balita stunting usia 1-2 tahun.

Jenis penelitian adalah penelitian bersifat quasy eksperiment one group design pre  and post test. Sampel berjumlah 37 anak balita stunting 1 – 2 tahun.  Pengambilan sampel dilakukan dengan cara total sampling. Data karakteristik  dikumpulkan dengan  wawancara menggunakan kuesioner, data  komsumsi zat gizi mengunakan formulir recall 24 jam sebelum dan sesudah intervensi.  pengukuran tinggi badan menggunakan mikrotois. Uji statistik yang digunakan uji t-tes pada tingkat kepercayaan 95% dan batas kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian rata-rata nilai tinggi badan sampel sebelum intervensi sebesar 77,63 cm dan nilai tinggi badan sesudah intervensi adalah 78,17 cm, peningkatan nilai tinggi badan 0,54 cm  sesudah dilakukan inervensi. Derajat z-scor stunting sebelum dilakukan intervensi 21 sampel (56,76%) dengan derajat stunting  -2SD dan 16 sampel (43,24%) dengan  derajat stunting  -3SD. Setelah intervensi derajat z-skor stunting sampel tidak mengalami perubahan. Ada perbedaan tinggi badan sebelum dan sesudah intervensi pada anak balita stunting. Ada perbedaan konsumsi zat gizi (Energi, Protein, Karbohidrat, Lemak, Kalsium dan Zink) sebelum dan sesudah intervensi. 

ABSTRACT

 

Malnutrition is a state of lack of intake of nutrients both macronutrients and micronutrients, when compared to their daily needs. One of the malnutrition problems with high prevalence in Indonesia is stunting. Stunting is the result of failure to develop a child so that the child's height is very low and does not match the age ratio. This study aims to provide snack supplementation made from local food, malalugis fish bone meal (Decapterus SPP) and vermicelli in improving the nutritional status of stunting children aged 1-2 years.

This type of research is a quasy experimental one group design pre and post test. The sample consisted of 37 children under five with 1 - 2 years of stunting. Sampling was done by total sampling. Characteristic data were collected by interview using a questionnaire, nutritional consumption data using a 24-hour recall form before and after the intervention. measurement of height using microtois. The statistical test used was the t-test at the 95% confidence level and the limit of significance p <0.05. The results of the study the average height value of the sample before the intervention was 77.63 cm and the height value after the intervention was 78.17 cm, an increase in the height value of 0.54 cm after the intervention was carried out. The degree of stunting z-score before intervention was 21 samples (56.76%) with a stunting degree of -2SD and 16 samples (43.24%) with a stunting degree of -3SD. After the intervention, the stunting degree of the sample did not change. There are differences in height before and after the intervention in stunting children under five. There were differences in the consumption of nutrients (energy, protein, carbohydrates, fat, calcium and zinc) before and after the intervention.

References

DAFTAR PUSTAKA

Aini Nurly Qurrota, Yekti Wirawani, 2013. Kontribusi MP-ASI Biskuit Substitusi Tepung Garut, Kedelai, dan Ubi Jalar Kuning terhadap Kecukupan Protein, Vitamin A, Kalsium, dan zink pada bayi. Journal of Nutrition College, Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013. Semarang.
Afrinis Nur, Verawati Besti , Harahap Dewi Anggraini. (2018). Formulasi dan Karakteristik Bihun Tinggi Protein dan Kalsium dengan Penambahan Tepung Tulang Ikan Patin (Pangasius hypopthalmus) untuk Balita Stunting. Jurnal MKMI, Vol. 14 No. 2, Juni 2018
Atmarita. ( 2005) . Nutrition Problem in Indonesia. Article; An integrated Interational Seminar and Workshop on Lifestyle-Related Diseases-UGM. 19-20 March 2005.
Ayuningtyas, Demsa Simbolon, Ahmad Rizal. Asupan Zat Gizi Makro dan Mikro terhadap Kejadian Stunting pada Balita. Jurnal Kesehatan Volume 9, Nomor 3, November 2018 ISSN 2086-7751 (Print), ISSN 2548-5695 (Online) http://ejurnal.poltekkes-tjk.ac.id/index.php/JK
Azmy U, Luki Mundiastuti (2018). Konsumsi Zat Gizi pada Balita Stunting dan Non-Stunting di Kabupaten Bangkalan. Jurnal Amerta Nutr V2i3.2018.292-298
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2017. Hasil Pemantauan Status Gizi. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2013. Hasil Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Dewi, E. K. & Nindya, T. S. 2017. Hubungan Tingkat Kecukupan Zat Besi Dan Seng Dengan Kejadian Stunting Pada Balita 6- 23 Bulan. Amerta Nutr 1, 361–368
Dewi Kadek Dwika Puspita, 2015. Perbedaan Konsumsi Zinc pada Anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang Stunted dengan yang Tidak Stunted di Kota Denpasar.Jurnal Virgin, Jilid 1, Nomor 1, Januari 2015, hlm. 70-78 .
Dyah Kusudaryati, D.W., Siti Fatimah Muis, Laksmi Widajanti. (2017). Pengaruh suplementasi Zn terhadap perubahan indeks TB/U anak stunted usia 24-36 bulan. Jurnal Gizi Indonesia, 5 (2), 2017.
Iwansyah, A.C., Herminiati, A, dan Setiyoningrum, F. 2008. Pengaruh Penambahan Tepung Tulang Ikan sebagai Sumber Kalsium terhadap Mutu Kimia Kerupuk Ikan. Prosiding. Universitas lampung.
Lisnawati. 2012. Perbedaan Kesegaran Jasmani Antara Anak Stunting Dan Tidak Stunting (Studi Pada Siswa Kelas 3 - 6 Mi Futuhiyyah Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak. Available : (Http://Eprints.Undip.Ac.Id/38650/).
Kementerian Kesehatan RI. Buku Saku Pemantauan Status Gizi dan Indikator Kinerja Gizi Tahun 2015. Jakarta: Direktorat Gizi Masyarakat-Kemenkes RI; 2015.
Kementrian Kesehatan RI. 2016. Presentasi pendek Pada Balita 0-59 Bulan Menurut Profinsi Di Indonesia Tahun 2016. Kemenkes RI: Jakarta
Kemenkes RI, 2016. Pusat Data Dan Informasi Kementerian Kesehatan “Situasi Balita Pendek’. Jakarta.
Kementerian Kesehatan RI. 2019. Hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2019. Jakarta.
Made Astawan, 2008. Sehat dengan Hidangan Hewani. Jakarta: Penebar Swadaya
Madanijah, S., Zulaikhah, dan Y. Br. Munthe. 2006. Sumbangan Konsumsi Ikan dan Makanan Jajanan terhadap Kecukupan Gizi Anak Balita pada Keluarga Nelayan Buruh dan Nelayan Juragan. Jurnal Media Cid & Keluarga. 1: 31-41
Nabil, M. 2005. Pemanfaatan Limbah Tulang Ikan Tuna (Thunnus sp.) Sebagai Sumber Kalsium Dengan Metode Hidrolisis Protein.[skripsi] Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Persatuan Ahli Gizi Indonesia, 2005. Daftar Komposisi Bahan Makanan.Jakarta
Pratama R.I., Iis Rostini, Evi Liviawati, 2014. Karakteristik biskuit dengan penambahan tepung tulang ikan Jangilus ( Istiophorus Sp). Jurnal Akuatika Vol. V. No 1. Maret 2014 (30-39), ISSN 0853-2532. Sumedang.
Samosir, Nova, Sri Andarini, Agustiana Dwi Indiah Ventiyaningsih. 2011. Hubungan Asupan Zat Gizi (Energi, Protein, dan Zinc) dengan Stunting pada Anak Umur 2 – 5 Tahun di Desa Tanjung Kamal Wilayah Kerja Puskemas Mangaran Kabupaten Situbondo.
Suhardjo. 2003. Berbagai Cara Pendidikan Gizi. Jakarta: Bumi Aksara.
Taufiqurrahman, Haman Hadi, Madarina Julia, Sosilowati Herman. 2009. Defisiensi vitamin A dan Zinc Sebagai Faktor Risiko Terjadinya Stunting pada Balita di Nusa Tenggara Barat. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Nusa TenggaraBarat. Volume XIX Tahun 2009, Suplemen II.
Direktorat Gizi Masyarakat, 2018. Tabel Komposisi Pangan Indonesia. Jakarta
WHO. (2014). WHA global nutrition targets 2025: Stunting policy brief. Geneva: World Health Organization.
Published
2021-02-12
How to Cite
Sineke, J., & Kawulusan, M. (2021). SUPLEMENNTASI PEMBERIAN MAKANAN RINGAN (BISKUIT) BERBAHAN DASAR PANGAN LOKAL TEPUNG TULANG IKAN MALALUGIS (DECAPTERUS SPP) DAN BIHUN DALAM MENINGKATKAN STATUS GIZI ANAK BALITA STUNTING USIA 1-2 TAHUN. Jurnal GIZIDO, 12(2), 87-98. https://doi.org/https://doi.org/10.47718/gizi.v12i2.1226

Most read articles by the same author(s)